Cukupkah Fasilitas bagi Disability di FISIP? (Kolom 2)


Setiap warga negara memiliki hak yang sama, peluang yang sama, dan kedudukan yang sama dihadapan hukum. Tidak hanya hak-hak warga negara normal pada umumnya, tetapi juga hak-hak untuk penyandang disabilitas. Dan hak-hak penyandang disabilitas itu meliputi aksesibilitas fisik, rehabilitasi, pendidikan, kesempatan kerja, peran serta dalam pembangunan, dan bantuan sosial.

Disini saya akan memfokuskan pembahasan dalam bidang pendidikan untuk para disabilitas. Jumlah penyandang disabilitas di Kota Semarang tahun 2015 sendiri pun sebesar 6.658 jiwa, yang mana sekian persen dari jumlah tersebut adalah berumur remaja atau yang harusnya mengenyam pendidikan terutama di Universitas, dari data terakhir itupun sampai tahun 2018 ini pasti sudah bertambah banyak.

Adanya sarana dan prasarana untuk penyandang disabilitas di wilayah kampus sebenarnya sangat-lah penting keberadaannya. Universitas Diponegoro adalah salah satu Perguruan Tinggi yang ada di Kota Semarang. Dari hasil penelusuran informasi, Perpustakaan Universitas Dipenogoro Semarang adalah salah satu perpustakaan yang mulai memikirkan ramah difabel.

Dari hasil penelusuran sementara tentang adanya layanan difabel di perpustakaan, saat ini baru ada 2 yang memiliki Difabel Corner diantaranya adalah Perpustakaan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, dan Perpustakaan Universitas Brawijaya. Selebihnya perguruan tinggi baru memberikan akses jalan atau pemanfaatan koleksi di perpustakaan. Seperti yang dilakukan oleh Perpustakaan Universitas Dipenogoro Semarang meningkatkan fasilitas ramah difabel dengan menerapkan tangga khusus yang dibangun menuju hall perpustakaan Universitas Dipenogoro (UNDIP, 2014:1).

Namun, sebenarnya tidak hanya fasilitas pada perpustakaan Universitas Diponegoro saja yang harus diperhatikan, yang mana fasilitas di dalam kampus terutama Fakultas Ilmu Sosial dan Politik juga penting.

Seperti yang disebutkan Permendikbud dalam pasal 5 bahwa fasilitas yang dimaksud adalah menyediakan sarana dan prasarana yang sesuai dengan kebutuhan mahasiswa penyandang disabilitas, diantaranya adalah:
1. Lift pada gedung berlantai 2 atau lebih
2. Pelabelan dengan tulisan Braille dan informasi dalam bentuk suara
3. Lerengan (ramp) untuk pengguna kursi roda
4. Jalur pemandu (guiding block) di jalan atau koridor di lingkungan kampus
5. Peta/denah kampus atau gedung dalam bentuk peta/denah timbul
6. Toilet atau kamar mandi untuk pengguna kursi roda
7. Media dan sumber belajar khusus, antara lain:
a. Buku-buku Braille
b. Buku bicara (talking book)
c. Computer bicara, scanner dan mesin cetak Braille
d. Berbagai materi perkuliahan atau bahan bacaan yang berbentuk elektronik
e. Perpustakaan yang mudah di akses atau
f. Informasi visual dan layanan informasi berbasis laman (web) yang memenuhi standar aksesibilitas web (Permendikbud, 2014:4)

Dari 5 poin fasilitas yang disebutkan Permendikbud diatas, saya tidak banyak melihat adanya sarana prasarana tersebut di Kampus FISIP. Yang paling bisa saya temui setidaknya adalah lerengan (ramp) untuk pengguna kursi roda. Selebihnya saya tidak melihat atau tidak mengetahui lebih banyak lagi.

Dari pengalaman saya sendiri yang pernah bersekolah di Amerika Serikat, saya benar-benar sangat mudah untuk menemui fasilitas bagi penyandang disabilitas, seperti toilet khusus disability, pintu otomatis, penulisan ruangan kelas dengan tulisan Braille, dan sebagainya.

Walaupun memang sedikit jumlah mahasiswa disabilitas yang ada di FISIP, tetapi kita tetap harus memiliki beberapa fasilitas tersebut, karena setidaknya kita menghargai dan memenuhi kebutuhan para penyandang disabilitas tersebut.

Kita tidak menutup kemungkinan hal-hal seperti tamu, atau pengunjung, atau siapa pun yang sewaktu-waktu akan mendatangi kampus FISIP namun kurangnya fasilitas bagi mereka, akan sangat disayangkan. Padahal, yang mana seperti saya sebutkan sebelumnya, setiap warga negara memiliki hak yang sama, peluang yang sama, dan kedudukan yang sama dihadapan hukum.

Jadi, dapat disimpulkan bahwa sudah saatnya perguruan tinggi menerapkan perlakuan khusus bagi mahasiswa difabel (tunanetra, tunarungu, tunadaksa) dan ganggungan autis (autistic spectrum disordes) dalam penyediaan fasilitas khusus di wilayah kampus dalam mengakses lingkungan Kampus. Sehingga tidak terjadi diskriminatif yakni melakukan pelayanan yang sama antara mahasiswa difabel dan non-difabel. Tentu saja hal ini tidak terlepas dari pengadaan sumberdaya manusia yang akan melayani dan membuat program untuk memenuhi kebutuhan mahasiswa difabel. Selain itu dibutuhkan kebijakan universitas, sumber dana dan waktu. Dengan demikian perguruan tinggi tersebut dapat dikatakan ramah difabel.

Sehingga rekomendasi yang dapat diberikan dalam tulisan ini adalah Universitas sebaiknya menyediakan fasilitas akses di lingkungan seluruh kampus untuk mempermudah jalan akses mahasiswa difabel sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Budaya.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Menyelamatkan Lingkungan dengan Stop Sedotan Plastik (Kolom 1)

Banyaknya permasalahan lingkungan yang mulai menjamur di masyarakat Indonesia saat ini, selain pemanasan global, pencemaran udara, rusaknya hutan, dan lain sebagainya, sebenarnya ada satu hal kecil yang patut kita perhatikan yang berdampak cukup besar bagi lingkungan kita, yakni sampah sedotan plastik. Plastik membutuhkan 500-1.000 tahun untuk benar-benar terurai.

Penggunaan sedotan plastik sangat lah lekat dalam kehidupan sehari-hari kita. Hal ini memunculkan konsep pasangan gelas dan sedotan sebagai dua hal yang saling melengkapi. Dalam kompilasi data yang disusun Eco Watch, kurang lebih 500 juta sedotan plastik dibuang setiap hari setelah dipakai sekali saja. Sedotan plastik masuk dalam kategori produk berbahan plastik yang 50 persennya dibuang saat sudah selesai digunakan. 

Berdasarkan hasil riset tim peneliti Universitas Georgia di 2017, ditemukan bahwa Indonesia menempati posisi ke-2 negara penyumbang sampah plastik terbesar di dunia. Kota Semarang sendiri memproduksi 1200 ton sampah perhari dan 13% diantaranya ialah sampah plastik. Riset tersebut juga menyebutkan bahwa di tahun 2010, 3,2 juta metrik ton sampah plastik di lautan berasal dari Indonesia. Menurut lembaga Ocean Concervacy (2018), sedotan plastik menempati urutan ke-11 sampah laut yang paling sering ditemukan di dunia. Tak hanya itu, melalui data asumsi kasar Divers Clean Action (2017) memperkirakan pemakaian sedotan plastik di Indonesia mencapai 93,2 juta sedotan setiap harinya, dan hampir seluruhnya hanya sekali pakai. Jumlah konsumsi sedotan per hari andaikan disusun memanjang, panjangnya akan mencapai 16.784 km atau setara dengan jarak Jakarta – Mexico City. Jika diakumulasi seminggu, panjangnya bisa mencapai 117.449 km atau setara dengan jarak 3 kali keliling bumi.

Kampanye Lingkungan
Lalu hal yang dapat dilakukan untuk menyelesaikan masalah tersebut salah satunya yaitu melalui Kampanye Lingkungan. Sudah banyak kampanye-kampanye yang telah diselenggarakan oleh beberapa NGO atau komunitas peduli lingkungan di Indonesia. Salah satunya seperti kampanye #NoStrawMovement yang digagas oleh komunitas Divers Clean Action (DCA). Penyebaran informasi tentang kampanye #NoStrawMovement tak hanya dilakukan secara langsung, namun juga didukung secara online melalui kampanye online dan mengajak tokoh-tokoh publik seperti Nadine Chandrawinata, Hamish Daud, serta Raisa Andriana untuk turut serta dalam mendukung gerakan #NoStrawMovement ini. Selain itu, ada pula bentuk kampanye lain seperti, Skip the Straw, #ZeroWasteLifestyle, dukungan kampanye online, dan kampanye pada car free day. Kegiatan kampanye-kampanye tersebut cukup membantu dan bisa sangat mempengaruhi perilaku masyarakat yang terkena terpaannya. Namun, hal tersebut tetap dilakukan secara perlahan. Tidak langsung benar-benar tidak menggunakan sedotan sama sekali, melainkan kita dapat menggantinya dengan sedotan berbahan bambu atau stainless steel agar dapat digunakan berkali-kali sehingga akan mengurangi penggunaan sedotan plastik sehari-hari. Hal tersebut cukup efektif untuk menjaga lingkungan dengan pengurangan penggunaan sedotan plastik. Yang mana dapat menghasilkan lingkungan bersih dari sampah-sampah plastik.

Menumbuhkan Kesadaran
Dari kampanye-kampanye tersebut lah dapat terciptanya kesadaran dan perubahan perilaku masyarakat menjadi peduli lingkungan, salah satunya dengan mengurangi penggunaan sedotan plastik. Tidak hanya dari individu itu sendiri, melainkan beberapa indsutri makanan juga turut serta seperti yang telah dilakukan oleh KFC Indonesia pada awal Mei 2017 dengan enam gerai KFC di Jakarta sebagai proyek percontohan. Mereka melakukan gerakan pembatasan penggunaan sedotan di beberapa gerai KFC tersebut. Jadi, jika pelanggan butuh sedotan, mereka harus memintanya ke kasir. Dan hal tersebut sangat baik, karena gerai fast food yang merupakan salah satu penyumbang sampah sedotan plastik telah sadar dan setidaknya melakukan peminimalisiran penggunaan sedotan plastik tersebut.

Lalu, apakah kita masih mau menggunakan sedotan plastik sekali pakai? Mari lah jaga lingkungan kita sendiri dengan melakukan hal kecil yang berdampak besar bagi dunia kita!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Berita Radio


Assalamu’alaikum... Selamat pagi pendengar/ Berita Pagi Smart FM Radio kembali hadir di ruang dengar Anda/ bersama saya ---Saviera Maharani Doniyar//

Informasi pertama dari dunia pendidikan/ yaitu tentang pilihan untuk menjadi Job-seeker atau Job-owner setelah lulus kuliah//

Setelah lulus dari dunia perkuliahan/ kita akan dihadapkan oleh dua pilihan yaitu/ apakah kita akan mencari pekerjaan atau membuat lapangan kerja?// Berdasarkan 30 mahasiswa yang telah diwawancarai, menunjukkan  hasil bahwa 63,3% mahasiswa lebih memilih mencari pekerjaan setelah lulus kuliah  atau menjadi Job-seeker dan 36,7% sisanya memilih membuat lapangan kerja dengan menjadi wirausaha atau Job-owner//

Pemilik perusahaan advertising Riri Novita mengatakan/ dengan menjadi Job-owner bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan juga harus berpikir sekian kali lipat karena banyak hal yang harus dipersiapkan/seperti modal/skill/ mental/ dan lain sebagainya/ kalau kita menjadi Job-seeker akan bergantung perusahaan. Jadi fungsinya bisa 2x lebih baik untuk menjadi Job-owner menurutnya. Akan tetapi harus disadari dari tahun ke tahun jumlah lulusan perguruan tinggi akan semakin bertambah tetapi tidak diimbangi dengan jumlah lapangan pekerjaan yang terbatas// Apapun pilihan kita, baik menjadi a Job-seeker or a Job-creator, pastikan kita menjadi seseorang yang totalitas dalam menjalaninya. Sehingga setiap benturan akan tampak sebagai kerikil untuk dilewati, bukan dikeluhkan. Mari kita bekerja dengan hati, bukan mengedepankan gengsi//

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Mahasiswa lebih memilih menjadi Karyawan? (Berita Online)


SEMARANG – Setelah lulus dari dunia perkuliahan, kita akan dihadapkan oleh dua pilihan yaitu apakah kita akan mencari pekerjaan atau membuat lapangan kerja? Berdasarkan 30 mahasiswa yang telah diwawancarai (26/09/18), menunjukkan  hasil bahwa 63,3% mahasiswa lebih memilih mencari pekerjaan setelah lulus kuliah  atau menjadi Job-seeker dan 36,7% sisanya memilih membuat lapangan kerja dengan menjadi wirausaha atau Job-owner.

Perbedaan  seorang Job-creator dan Job-seeker, yaitu jika sebagai Job-creator dapat membuka lapangan pekerjaan, mandiri & independen, bebas, lebih kreatif dan dinamis.

“Job-owner bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain dan juga harus berpikir 2x kali lipat karena banyak hal yang harus dipersiapkan seperti modal, skill, mental, dan lain sebagainya” kata Riri Novita pemilik perusahaan advertising di Semarang.

Sedangkan jika sebagai Job-seeker, maka terikat waktu dan tugas, tidak independen, terkungkung & terkekang, dan hanya menjadi "pelayan" bagi atasan.

“Aku akan cari pengalaman dulu di dunia yang menurut aku bisa menunjang karir aku kedepan. Dan juga karena aku belum punya pondasi yang kuat untuk jadi Job-owner jadi aku ambil apa yang memungkinkan dulu” kata Marizkia karyawan Bank BNI.

Apapun pilihan kita, baik menjadi a Job-seeker or a Job-creator, pastikan kita menjadi seseorang yang totaliats dalam menjalaninya. Sehingga setiap benturan akan tampak sebagai kerikil untuk dilewati, bukan dikeluhkan. Mari kita bekerja dengan hati, bukan mengedepankan gengsi.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Pilih jadi Job-Seeker atau Job-Owner?? (Berita Cetak)


SEMARANG, Rabu -  Pilihan untuk menjadi Job-seeker atau Job-owner menjadi sebuah problema bagi para mahasiswa setelah lulus. Apakah mereka akan menjadi pekerja kantoran saja atau pengusaha?
 Job-seeker adalah istilah atau label yang dikenakan oleh seseorang yang belum mendapatkan pekerjaan atau sudah memiliki pekerjaan dan berusaha mencari pekerjaan sesuai dengan minat, background pendidikan, maupun dengan bakat kemampuan yang dimiliki dengan cara mengumpulkan sebanyak-banyaknya informasi mengenai perusahaan yang diminati maupun meminta informasi maupun bantuan kolega yang dimiliki. Atau dapat diartikan pula sebagai seseorang yang setelah kuliah lebih memilih untuk mencari suatu pekerjaan daripada membuka usaha sendiri. Sedangkan istilah Job-owner atau Job-creator merupakan seseorang atau badan yang menyediakan lapangan pekerjaan. Bukan hanya pemerintah yang seharusnya menyediakan lapangan pekerjaan atau membuka lapangan kerja baru, akan tetapi kita juga bisa menjadi seorang Job-owner dengan membuka usaha dan menarik beberapa karyawan dalam usaha kita.  Job-owner ini biasa dikenal dengan sebutan pengusaha atau wirausaha.
Saat ini untuk menjadi seorang wirausahawan bukanlah hal yang sulit, dengan kemajuan teknologi semakin mempermudah seseorang untuk menjadi seorang wirausahawan. Sebagai contoh usaha yang sudah menjadi tren saat ini adalah penjualan dan pembelian barang secara online. Penjualan dan pembelian barang secara online ini memberikan keuntungan bagi pihak penjual maupun pembeli. Keuntungan yang didapatkan penjual dari perdagangan online ini yaitu seorang penjual tidak memerlukan lokasi atau tempat tertentu untuk mempromosikan barang dagangannya cukup dengan mempromosikan barang dagangannya melalui media sosial seperti facebook, twitter, instagram, dll, sehingga hal tersebut dapat menghemat biaya bagi si penjual.
Perbedaan  seorang Job-creator dan Job-seeker, yaitu jika sebagai Job-creator dapat membuka lapangan pekerjaan, mandiri & independen, bebas, lebih kreatif dan dinamis. Sedangkan jika sebagai Job-seeker, maka terikat waktu dan tugas, tidak independen, terkungkung & terkekang, dan hanya menjadi "pelayan" bagi atasan.

Dari penjelasan diatas, maka dapat disimpulkan bahwa menjadi Job-owner atau  Job-creator jauh lebih baik dibandingkan menjadi Job-seeker. Hal tersebut dikarenakan menjadi Job-owner dapat mendatangkan manfaat bagi diri sendiri, orang lain, maupun  negara. Manfaat yang didapat untuk diri sendiri yaitu menjadi seseorang pribadi yang lebih mandiri dan lebih bertanggung jawab serta yang lebih penting adalah Job-owner dapat membiayai hidupnya sendiri sehingga tidak menjadi beban bagi orang lain. Manfaat yang didapatkan orang lain yaitu menciptakan lapangan pekerjaan bagi mereka yang pengangguran dengan kemampuan yang terbatas. Sedangkan manfaat bagi suatu negara yaitu Job-seeker dapat menjadikan suatu negara menjadi lebih maju, mandiri dan bermartabat. 
Namun, dari hasil survei yang dilakukan kepada 30 mahasiswa (26/09/18), menghasilkan bahwa 63,3% dari mereka memilih untuk menjadi Job-seeker. Seperti yang dikatakan oleh salah satu responden, Ahmad Mulyadi (Mahasiswa, 19th) “Milih jadi Job-seeker, karena pengen kerja sesuai passion dulu biar ilmu di kuliah bisa kepake gitu”
Sedangkan sisanya yaitu 36,7% memilih untuk menjadi Job-owner. Salah satu responden, Endivi (19th), mengatakan “Aku pengen buka ladang pekerjaan untuk orang lain. Disamping itu aku pengen kerja yang sesuai sama diriku, kalau aku kerja sama orang lain kan aku yang diatur. Enaknya punya usaha sendiri itu ngga terikat sama apapun”.
Kenyataan bahwa sebagian besar lulusan Perguruan Tinggi adalah lebih sebagai pencari kerja (Job-seeker) daripada pencipta lapangan pekerjaan (Job-creator) merupakan salah satu penyebab tingginya angka pengangguran berpendidikan tinggi. Hal ini dimungkinkan karena sistem pembelajaran yang diterapkan di perguruan tinggi saat ini lebih terfokus pada bagaimana menyiapkan para mahasiswa yang cepat lulus dan mendapatkan pekerjaan, bukan sebagai lulusan yang siap bekerja dengan menciptakan pekerjaan. Selain itu secara umum aktivitas kewirausahaan mahasiswa relatif masih rendah. 
Sumber lain yang saat ini sudah menjadi pengusaha, Riri Novita, berpendapat bahwa “Dengan menjadi Job-owner bisa memberikan lapangan pekerjaan bagi orang lain. Kalau kita jadi Job-seeker akan bergantung pada perusahaan. Jadi fungsinya bisa 2x lipat lebih baik menurutku”
Sedangkan, Marizkia Uli Alfiana, sebagai pekerja di salah satu Bank konvensional berkata “Aku serasa punya passion tapi belum pasti passion itu pas buat aku atau ga. Daripada habis lulus wasting time mikirin aku harus gimana, mending do something aja dulu.”
Ia menambahkan pula “Jadi intinya cari pengalaman dulu, di dunia yang menurut aku mungkin bisa menunjang karir aku kedepan. Even ke depan mau berkarir jadi employee yang punya jabatan baik atau pun jadi entrepreneur yang sudah punya banyak channel yang didapet dari kerjaan aku sekarang. Karena aku belum punya pondasi kuat juga buat jadi Job-owner jadi aku ambil apa yang memungkinkan dulu”.
Dari penjelasan diatas dapat disimpulkan bahwa semua pilihan ada ditangan kita dan kita sebagai masyarakat Indonesia harus sadar betul dengan kondisi perekonomian yang ada saat ini. Janganlah menambah beban negara dengan menjadi pengangguran tapi mari kita bersama-sama dan bekerja keras untuk menciptakan perekonomian yang dapat men-sejahterakan seluruh rakyat Indonesia, baik melalui Job-seeker ataupun Job-creator.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Impactful-kah Kampanye Lingkungan? (Softnews)


Banyaknya isu-isu lingkungan yang bermunculan membuat banyak pula orang-orang yang mulai peduli akan isu-isu tersebut. Salah satunya melalui kampanye-kampanye yang dilakukan oleh beberapa organisasi ataupun komunitas yang concern terhadap lingkungan.

Seperti Earth Hour, organisasi ini merupakan kampanye inisiasi publik, yang menyatukan masyarakat dari seluruh dunia untuk merayakan komitmen gaya hidup hemat energi dengan cara mematikan lampu dan elektronik yang sedang tidak dipakai selama 1 jam. Tujuan dari Earth Hour mendorong individu, komunitas, praktisi bisnis, dan pemerintah yang saling berhubungan menjadi bagian dari perubahan untuk dunia yang berkelanjutan. Di mulai dengan langkah awal semudah mematikan lampu kepada dunia tentang perilaku hemat energi yang sudah di lakukan. 

Dalam logo Earth Hour terdapat angka "60" artinya 60 menit fokus pada tindakan positif mengurangi emisi CO2. Tanda "+" artinya kegiatan Earth Hour  tidak hanya dilakukan selama 60 menit saja, tapi juga diikuti dengan perubahan gaya hidup setiap hari. Mulai dari menggunakan transportasi publik, bersepeda, hemat air, tidak buang sampah sembarangan, memilah dan daur ulang sampah, hemat kertas, hingga berkebun dan menanam pohon.

Selain Earth Hour, ada pula organisasi lain yang juga concern terhadap isu lingkungan yaitu World Merit Semarang (WMS). World Merit adalah organisasi pemuda internasional yang mendukung pergerakan untuk menjadi Agent of Change. Dan dalam praktiknya WMS menjalankan Sustainable Development Goals(SDGs)

Seperti yang dikatakan Salman Al Farisi sebagai Ketua WMS, “Hal-hal yang telah dilakukan WMS terhadap isu-isu lingkungan tentu banyak, mulai dari pembiasaan di internal WMS, member-nya juga harus ada impacful ke dalam dan ke luar, yang ke luar salah satunya yaitu ‘A Day Without Straw’ dimana kami memberdayakan sebuah tempat makan di Semarang yang satu hari penuh tidak akan menggunakan sedotan plastik sama sekali. Disitu kami melakukan sosialisasi dan pemahaman terhadap owner-nya dan juga rencana keberlanjutan untuk menindaklanjuti program yang sudah ada sehingga diharapkan restoran tersebut tidak akan menggunakan sedotan plastik lagi. Dan bagi masyarakat yang enggan meminum langsung dari gelas, disarankan memakai sedotan bambu.”

Lalu, yang menjadi permasalahan adalah apakah kampanye-kampanye yang telah dilakukan itu benar efektif dan impactful terhadap perubahan perilaku masyarakat atau mahasiswa khususnya untuk memiliki gaya hidup yang Eco-friendly?

Karena seperti yang kita lihat sendiri sering kali hal tersebut hanya dianggap sebagai seremonial. Yang mana setelah dikerjakan atau dilakukan tetapi tidak membawa kesadaran mahasiswa itu untuk benar-benar mengubah cara hidupnya.

Dari 3 mahasiswa yang ditanyai mengenai terpaan kampanye-kampanye tersebut mengatakan bahwa hal tersebut memang kurang efektif adanya. Salah satunya yaitu Jihan Audrisha, mahasiswa UDINUS berkata “Untuk kampanye itu sendiri kurang ber-impact buat aku dan temen-temen karena di dalam proses kehidupan ini kita punya dua ciri manusia, pertama yaitu manusia yang langsung sadar hanya dengan melihat sesuatu, dan kedua adalah manusia yang belum sadar jika mereka belum terkena imbas dari sesuatu yang dibuatnya sendiri”

Jadi, bagaimana sebenarnya kampanye itu dapat digunakan untuk benar-benar mengubah gaya hidup yang Eco-friendly?

Salah satu aktivis lingkungan, Hairudin mengatakan “Jadi, setiap kampanye yang dilakukan oleh pelaku penggerak itu harus komitmen dulu untuk merubah diri sendiri, harus idealis namun realistis untuk tidak melakukan yang sudah di kampanye kan, dan banyak-banyak diskusi sama temen-temen deket/kampus menanam pemikiran cinta lingkungan dengan hal yang simple.”

Menurut Rudi, memang benar setiap kegiatan/kampanye lingkungan tidak berdampak langsung terhadap masyarakat/mahasiswa untuk mengikuti apa mereka kampanyekan, karena setiap individu memiliki pemikiran-pemikiran yang berbeda-beda.

Ia menambahkan pula, walaupun tidak terlalu berdampak langsung, setidaknya ada beberapa individu yang penasaran dengan suatu kampanye/kegiatan sehingga individu tersebut ingin mencari tahu lebih dalam dari kampanye tersebut.

Sedangkan menurut Fakhri Kusuma, anggota Earth Hour Semarang, untuk benar-benar ingin mengubah perilaku melalui kampanye, sebaiknya cari tahu dahulu perilaku atau latar belakang dari audiens yang ingin disasar seperti dari aspek demografi, geografi, dan psikografi. Jika kita sudah mengetahui, maka langkah selanjutnya mengatur strateginya. Jadi, kampanye yang baik adalah melalui riset dan data yang baik pula setelah itu melakukan strategi yang tepat.

Mengutip perkataan dari Jihan tentang inti permasalahan ini yaitu “If you want to change someone’s habit, apalagi yang merusak lingkungan, anda harus menjadi awal bagi mereka” Intinya adalah jika kita ingin mengubah gaya hidup seseorang menjadi lebih cinta lingkungan, mulai lah dari diri sendiri. Memberi contoh kepada orang lain dan melakukan personal approach yang mana hal tersebut akan lebih berdampak terhadap orang yang menerimanya.

Jadi, lingkungan adalah hal yang sangat berharga di dunia ini. Jika kita tidak bisa menjaganya maka ia juga tidak bisa menjaga kita dalam berkehidupan. Sayangilah bumimu, dan mulai perubahan!

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Efektifkah Kartu Orange FISIP? (Hardnews)


Keefektifan penggunaan kartu orange dalam keamanan kendaraan bermotor di wilayah FISIP UNDIP.
            Sistem keamaan yang digunakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan Politik, Universitas Diponegoro sangat unik. Adanya penggunaan ‘Kartu Orange’ sebagai kartu karcis untuk keluar-masuk parkiran.
            Seperti yang dikatakan Susilo sebagai penjaga parkir FISIP UNDIP, sistem ini telah berjalan sekitar 5 tahun dan sistem ini satu-satunya yang ada di wilayah UNDIP. Sejauh ini menurut beliau dengan adanya kartu ini menjadi sangat efektif, karena keluar-masuk harus menggunakan kartu dan jika hilang harus membayar Rp 20.000 sebagai ganti.
            Namun, dari dua sumber yang lain mengatakan bahwa mereka pernah menemukan teman mereka kehilangan motor.
            Farhan, Mahasiwa Komunikasi 2016 mengatakan, adanya kartu ini memang efektif namun masih kurang karena menurutnya jika hanya dengan membayar Rp 20.000 akan sia-sia kalau tidak memperlihatkan Kartu STNK juga. Seperti pengalamannya sendiri, Farhan pernah menghilangkan kartu tersebut dan hanya disuruh membayar uang dan menulis nama juga nim. Sedangkan ia sama sekali tidak diminta memperlihatkan Kartu STNKnya.  Sehingga sarannya akan lebih baik jika ada yang menghilangkan kartu, juga harus memperlihatkan kartu STNK.
            Keluhan lainnya yaitu tentang fasilitas parkiran yang kurang memadai. Seperti lahan parkir yang sempit untuk motor maupun mobil hingga pembatas yang tak kunjung diperbaiki. Juga keamanan parkiran mobil yang belum ada seperti halnya pada parkiran motor.
            Aca, Mahasiswa Administrasi Publik 2016, memberi saran untuk memperluas lahan parkiran agar lebih sesuai dengan jumlah mahasiswa di kampus. Dan menurutnya juga kehilangan motor yang terjadi kebanyakan dikarenakan oleh kelalaian pengendaranya sendiri karena meninggalkan kartu dan kunci di motor, jadi sebenarnya tidak ada masalah dengan sistem keamanan yang sudah ada ini.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Farewell~

heyooo, lagi dapet tugas nih buat disuruh bikin cerita pas liburan-_-
lagi bingung juga haa disuruh bikin langsung disekolah, eeh dapet idenya pas perpisahan ajasud ya=)) wkw

Jadi gini ceritanya.....

jeng jeng jeng~~~~

sebelum liburan sih anakanak kelas ku udah pada mau ngerencanain buat bikin perpisahan pas lagi liburan. Nah tapi akunya juga bingung, jadi apa ngga (?) *lohwks

Eeeh tapi akhirnya jadi juga deh :D
yaah karna itu aku yang ngerencanain B) hoho
biasalaah Viera kan hebat *haa

Yaah walaupun dibantu sama temen juga sih, si Andi. Soalnya dia yang punya nomernya anakanak satu kelas =D wkw


Oke sebenernya kayaknya yang diatas itu gaterlalu penting yah kawan._.v wks


yadeh bakal ku ceritain yang sebenernya~ *halah


JADI! Akhirnyaa kita bikin acara gituu~
Awalnya pas aku ajakin tementemen, ngusul ke pantai, karokean, nonton, yaah yang gitu gitu deeh.
Padahal aku pengennya ke pantai gitu kan unyu bisa main air bareng tementemen :3
Eeeh tapi kebanyakan milih nonton film di mall -_-

Yaudah deh akhirnya kita semua nonton film di mall Balcony *eanyebutmerk
yah karnah pas itu emang lagi ada film bagus sih, judulnya Amazing Spiderman hoo

Oke jadinya kita semua nonton tuh film deh haha
Wah itu dua deret tempat duduk kita tempatin semua (?) wks
Terusterus kita tuh pada ribut, untuung aja duduknya pas bagian rada bawah, bagian J tuh garagara keburu penuh-_-haums

Abis kita pada nungguin semua ngumpul, jadinya yaaah telat deh ganonton dari awal-..-
tapi gapapa laaah yang penting gaterlalu telat =)) wkw



Oke itu kejadian pas nonton film~
Habis nonton kita semua bingung tuh pada mau kemana, tapi karna kita semua laper jadinya pada ke Texas deh kita semua makan bareng :D waah asiknyaa :3

Terusterus pas di texas itu kita ambil tempat duduk yang diluar tuh, jadi cuma kita semua disitu yang menguasai =)) wakak

Well, habis makan kita semua udah kenyaaaang wah senangnyaaa \(^_^)/

Tapi kita bingung lagideh mau kemana, eeh akhirnya salah satu dari kita nyeletuk mau main games aja ke Fun City, buat main Pump :3 itutuuh si Alya sama Wiwid yang ngajakin~
Yah gapapa sih, akunya juga mau tuh haha

Jadii kita semua ke Fun City deh :D
Masing masing kita pada beli coin haha

Waah disitu kita semua pada asik deh hoho

Pas aku, Alya, Wiwid lagi ngepump, eeeh tu si Adit sama anakanak cowoknya pada gangguin gitu kampret-..-
Rese emang tuh pada~ haum

Habis ngepump, aku nimbrungin tementemen tuh yang lagi pada asik main basket wkw
Jadijadi aku, Windy, Cici, Ika, Dinda pada main basket hoho
Eee lagi lagi tuh diganggu sama anakanak cowoknya-..-
yaah tapi gapapa lah asik jugaa kita pada ketawaan bareng gitu =)) haha

Terusterus aku udah cape tuh kan ngepump sama mainin tuh semua permainan, akhirnya aku nimbrung tuh ke anakanak yang lagi karokean =D
Jadi pada nyanyinyanyi gajelas gituu waah pokoknya kocak abis deeh :3

Miapaaa pas karokean itu tuh yang lebih asik haha :D



Dan yaaah, setelah seharian kita mainmain bareng gitu aaah :'3 kita udah pada capek tuh, bosen juga lamalama wkwk
Jadi pada berniat mau pulang deh.

Okedeeh jadi kita semua udah pada bulik tuh kerumah masingmasing =)) muaha



Aaaah itu kenangan terakhir bisa gila bareng anak kelas 8 :'3



Ohyeaaah, that's my story guys! ;;)
ini ceritaku, apa ceritamu =)) *iklancinwks

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Corel Draw X3

Hey ceman cemaaaaan, sudah lama nih yaa aku ga update hihi
Hem, kali ini aku mau update tentang COREL DRAW X3
Karna ini tugas sekolah hoho


Oke! this is picture of Corel Draw X3



Sorry yaaa gambarnya ga terlalu jelas ._.v hihi

Oke! aku bakal ngasitau icon icon dan fungsi nyaa~ ;)

This is it~~


CorelDraw adalah salah satu software paling popular yang digunakan dalam dunia digital. Untuk dapat menguasai coreldraw sebelumnya kita harus mempelajari dasar-dasarnya terlebih dahulu. Kita mulai dari pengenal tools dalam coreldraw. Semua ikon tools dalam biasanya terpampang dalam satu jajaran. Setiap ikon tentunya memiliki fungsi masing-masing.

Setelah kita membuka program coreldraw dan masuk pada halaman kerja, maka disebelah kiri kamu akan melihat jajaran ikon tombol. Jajaran ikon itu disebut ToolBox. Untuk membuat atau mengedit suatu objek maka kita harus menguasai fungsi-fungsi ikon yang ada sehingga mempermudah dan mempercepat pekerjaan kita dalam membuat objek tersebut.

Berikut daftar tools dalam coreldraw :

  1. Pick Tool
  2. Shape Tool
  3. Crop Tool
  4. Zoom Tool
  5. Freehand Tool
  6. Smart Fill Tool
  7. Rectangel Tool
  8. Elipse Tool
  9. Polygon Tool
  10. Basic Shapes Tool
  11. Text Tool
  12. Table Tool
  13. Paralel Dimension Tool
  14. Straight Line Connector Tool
  15. Blend Tool
  16. Color Eyedropper Tool
  17. Outline Pen
  18. Fill Tool
  19. Interactive Fill Tool
Aduuuhh sorry lagi gambar gajelas ._.v wkwk
Oiy, maaf juga yang itu ga ada fungsinya, nyarinyari gadapet -_-v hehe

Lanjuuutt~

Zoom Tool

Zoom Tool Corel Draw

Zoom tool
berfungsi untuk mengubah tingkat / level pembesaran jendela dokumen corel yang sedang kita buka. Ini sangat bermanfaat untuk mengedit objek yang terlalu kecil atau objek yang terlalu besar, sehingga tampilan objek sesuai dengan mata kita. Ada satu lagi jenis dari zoom tool ini yaitu Pan Tool.

  • Pan tool berfungsi untuk menggeser tampilan area/objek tanpa mengubah tingkat zoom level.

Freehand Tool

Freehand Tool coreldraw

Freehand tool
tool coreldraw yang berfungsi menggambar kurva (garis lengkung) dan garis lurus dalam segmen. Memiliki tombol shortcut F5 di keyboard anda. Freehand tool ini dibagi dalam 7 jenis lagi yaitu :

  • 2-point line tool : untuk menggambar garis lurus dari satu titik (titik awal) ke satu titik yang lain (titik akhir).
  • Bezier tool : menggambar garis lengkung dalam segment dalam satu waktu.
  • Artistic media tool : menambahkan efek brush, spray dan kaligrafi dengan menggunakan kursor pen dengan bebas. Banyak efek-efek yang mungkin anda sukai dalam tool yang satu ini.
  • Pen tool : menggambar garis lengkung dalam segmen dan melihat/meninjau masing-masing segmen yang telah kamu buat.
  • B-spline tool : menggambar garis lengkung dengan mengkontrol setting titik (point) tanpa merusak segmen.
  • Polyline tool : menggambar sambungan garis lurus atau garis lengkung secara continue (terus menerus) dalam satu action.
  • 3-point curves tool : menggambar garis lengkung dengan cara mendrag dari titik awal , titik akhir dan memposisikan pada titik tengah.

smart fill tool

smart fill tool coreldraw

Smart fill tool
berfungsi untuk membuat objek dari tumpang tindih area lali mengisikannya dengan warna atau tekstur. Tool ini memiliki satu jenis lagi yaitu smart drawing tool.

  • Smart Drawing tool : untuk mengubah / mengkonversi coretan pointer yang kamu gambar menjadi bentuk wujud objek (basic shapes) atau garis kurva yang halus.

rectangle tool

rectangle tool coreldraw

Rectangle tool
untuk menggambar bentuk persegi empat atau kotak hanya dengan drag dan klik mouse kamu. Memiliki satu jenis lagi yaitu 3-point rectangle tool.

  • 3-Point Rectangle tool : berfungsi untuk membentuk persegi empat dan kotak dengan menyusun nya per titik.

ellipse tool

ellipse tool coreldraw

Ellipse tool
berfungsi untuk menggambar elips dan lingkaran hanya dengan drag dan klik mouse kamu. Juga memiliki satu jenis lagi yaitu 3-point ellipse tool.

  • 3-Point Ellipse tool : untuk menggambar elips dan lingkaran dengan menyusun nya per titik.

Polygon tool

berfungsi untuk menggambar bentuk persegi banyak, hanya dengan drag dan klik mouse. Memiliki turunan 4 macam tools, yaitu :

  • Star tool : untuk menggambar berbagai macam bentuk bintang.
  • Complex Star tool : untuk menggambar bentuk bintang yang memiliki banyak potongan sisi.
  • Graph Paper tool : untuk menggambar bentuk kisi-kisi / susunan kotak-kotak seperti jala-jala.
  • Spiral tool : untuk menggambar lingkaran spiral secara simetris atau logaritmis

Basic Shapes tool

berfungsi untuk mempermudah/mempercepat proses menggambar bentuk segitiga, lingkaran, silinder, love/hati, dan masih banyak lagi bentuk-bentuk lainnya. Memiliki turunan 4 macam tools, yaitu :

  • Arrow shapes tool : untuk menggambar bentuk tanda panah dalam berbagai variasi
  • Flowchart shapes tool : untuk memudahkan menggambar suatu bagan (chart)
  • Banner shapes tool : untuk menggambar bentuk pita atau bentuk ledakan
  • Callout shapes tool : untuk menggambar bentuk balon bicara (ilustrasi bicara) dan label

Text tool

untuk membuat tulisan di area gambar baik berfungsi sebagai tulisan artistic maupun keterangan.

Table tool

untuk membuat tabel, memilih dan mengedit table.

Parallel Dimension tool

untuk menggambar garis miring menjadi bidang dimensi. Memiliki beberapa tool yang mirip yaitu :

  • Horisontal dan Vertikal Dimension tool : untuk mempermudah menggambar garis menjadi dimensi secara horizontal dan vertical.
  • Angular Dimension tool : untuk mempermudah menggambar garis menjadi dimensi sudut / berbentuk siku-siku.
  • Segmen Dimension tool : menampilkan jarak antara titik awal dan akhir antara satu atau banyak segmen.
  • 3Point-Callout : menggambar callout dengan dua segmen dan garis depan.

Connector tool

menggambar garis untuk menyambungkan dua objek. Ada beberapa macam tipe tool ini yaitu :

  • Straight – Line : membuat garis lurus untuk menyambungkan dua objek.
  • Right – Angle : membuat garis sudut siku-siku secara lurus untuk menyambungkan dua objek.
  • Right – Angle Round : membuat garis sudut siku-siku secara melengkung untuk menyambungkan dua objek.
  • Edit Anchor : untuk mengubah atau mengedit titik point objek yang sudah ada.


  • Blend tool : peralatan gambar dalam coreldraw yang berfungsi untuk menyatukan objek dengan menciptakan banyak objek dan warna yang bertempat di tengah-tengah.
  • Contour tool : berfungsi untuk merangkai sejumlah bentuk objek yang konsentris dengan menyebar kedalam atau keluar dari suatu objek.
  • Distort tool : berfungsi untuk mengubah objek dengan mendorong atau menarik sehingga membentuk efek zipper atau twister.
  • Drop shadow tool : untuk membuat bayangan dibelakang atau disamping objek.
  • Envelope tool : berfungsi untuk merubah bentuk objek menjadi sebuah amplop dengan drag titik-titik tertentu.
  • Extrude tool : untuk membuat objek menjadi ilusi effek 3D yang mendalam.
  • Transparency tool : untuk membuat efek transparan yaitu hanya sebagian objek yang tampak.

Color eye dropper tool

berfungsi untuk mengambil contoh suatu warna objek dan mengaplikasikan atau menyalin warna tersebut dalam objek yang lain (hampir mirip dengan copy paste, hehe)

Outline pen tool

berfungsi untuk memberikan garis tepi suatu objek. Didalam tool ini kita juga bisa mengatur jenis, besar maupun warna dari garis tepi tersebut.

Fill tool

berfungsi untuk memberikan warna suatu bentuk objek. Ada 5 jenis fill yang bisa kita pakai yaitu :

  • Uniform fill : memberikan warna-warna solid pada objek
  • Fountain fill : memberikan warna dengan gradiasi (campuran warna) pada objek
  • Pattern fill : mengisi objek dengan pola-pola warna atau dengan warna suatu gambar yang kamu miliki.
  • Texture fill : mengisi objek dengan warna bertexture yang sudah tersedia.
  • PostScript fill : mengisi objek dengan warna-warna yang rumit atau biasa kita sebut PostScript.

Okaaaayy, well done! ;D

hem sorry cuma sedikit yang bisa aku masukin ._.v hihi
moga bermanfaat yaa buat kaliaan ceman cemaaann ({})

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

The Story of Bottled Water

Untuk download film, klik link ini.

WARNING: Ukuran file download sangat besar: 245 MB, Quicktime .mov

Download juga dokumen pendukung dalam bentuk .pdf

1. Bottled Water Myth vs Reality

2. Footnoted and annotated script

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Miliki Taman Sehat

Disadur dari: preventionindonesia.com

Menciptakan area hijau yang sejuk dan sehat di dalam rumah.

Keberadaan taman ternyata tak hanya bisa menambahkan keindahan di rumah, melainkan juga meningkatkan kesehatan kita sekeluarga. Taman yang dipenuhi dengan aneka tanaman dapat mengurangi polusi udara di sekitar rumah, sehingga udara yang kita hirup lebih bersih.

“Kunci menata taman adalah memadukan unsur hardscape dan softscape dengan jitu. Bila kedua unsur itu mampu saling melengkapi, akan tercipta tema desain yang kita idamkan,” jelas Amirulla Muh. Amin, direktur Architectaria Nedia Cipta, sebuah biro perencana bidang arsitektur di Jakarta.

Hardscape adalah elemen taman yang bersifat padat dan keras, seperti air terjun, air mancur, batu koral, lantai paving, pergola, patio. Sementara softscape yakni elemen hortikultural yang memberikan jiwa pada taman, seperti pohon, bunga, dedaunan, rumput.

Pohon akan memberikan keteduhan, sedangkan bunga akan menambahkan aksen dalam taman kita. Agar taman bisa tertata sesuai harapan, simak pemilihan tamanan dari Amirullah ini :

Hadirkan suasana sejuk dengan :

# Tanaman penutup.
Jenis : Sutra bombay, lantana, rumput peking, rumput babat, dan rumput gajah.
Tanaman yang tidak dapat tumbuh tinggi ini berfungsi sebagai penutup tanah, bisa berbentuk tanaman rumpun atau melata.

# Tanaman perdu.
Jenis : Krisan, mawar, kembang kertas, kembang sepatu, dan kaca piring.
Mungkin sebagian dari kita mengenalnya sebagai semak. Tanaman jenis ini tidak akan memiliki tinggi lebih dari 2 meter.

# Tanaman rambat.
Jenis : Alamanda, nona makan sirih, dan sirih gading.
Banyak orang yang menggunakan tanaman jenis ini sebagai penghias pagar, pergola, atau gazebo, serta menghijaukan lingkungan rumah. Ada yang berbunga sewaktu-waktu, sedangkan yang lain ada yang dapat berbunga sepanjang tahun.

Hadirkan suasana teduh dengan :

# Pohon pelindung.
Jenis : Kamboja, bungur, flamboyan, kenanga, palem, dan karet.
Selain bisa meneduhkan, kehadiran pohon pelindung bisa memberikan karakter yang dominan dalam taman. Jika sejak semula pohon itu sudah ada, kita bisa mulai penataan taman dari titik tempat pohon itu berada. Dilanjutkan dengan menyelaraskan elemen lain sesuai tema yang diinginkan.

Karena tanaman pelindung umunya bisa bertumbuh menjadi sangat besar, dan merusak pagar, lantai dan bagunan rumah kita. Oleh karena itu, perhitungan dulu jarak pohon dengan rumah dan pagar sebelum menanam.

Hadirkan suasana tenang dengan :

# Tanaman air.
Jenis : Lotus dan teratai.
Percantik taman dengan meletakan tanaman di atas di tempayan bermulut lebar atau di kolam. Bagi sebagian orang, keberadaan kolam ikan di rumah diyakini dapat meredakan stres dan rasa penat. Plus, kehadiran kolam di taman bisa menjadi alat terapi bagi penderita hipertensi dan insomnia.

Karena dengan memandang ikan dan tanaman hijau di sekitar kolam, mampu membuat hati menjadi lebih tenang dan menurunkan tekanan darah. Maksimalkan tampilan kolam dengan menambahkan kerikil, koral, water fountain yang terbuat dari bebatuan dan stupa. (Alia An Nadhiva/Astrid Anastasia)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Grafik emisi karbon per negara dan per kapita

Informasi yang sangat menarik untuk melihat emisi karbon total per negara dan per kapita.

Yang menarik untuk di lihat adalah ada negara yang seperti China dengan total emisi karbon negara yang besar, tetapi memiliki emisi karbon per kapita yang rendah karena jumlah penduduk yang besar. Tetapi ada juga negara kecil seperti Gibraltar yang hanya 1 pulau tetapi memiliki emisi karbon per kapita sangat besar karena negara tersebut meng-impor hampir seluruh kebutuhannya.

Untuk Indonesia sendiri secara total emisi karbon negara mirip dengan emisi karbon Thailand dan Taiwan, tetapi karena jumlah penduduk yang besar maka emisi karbon per kapita masih sangat kecil. Tetapi menurut saya, bila kita melihat emisi karbon di kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta atau Surabaya, maka emisi karbon per kapita per kota akan sudah sangat besar, jadi kalau melihat emisi per kapita karena banyak daerah yang terbelakang maka tentu saja jadi kecil.

Oleh karena itu gambar ini hanya untuk informasi dan acuan saja untuk kita, tetapi bukan berarti malah jadi menyepelekan lingkungan karena merasa emisi per kapita di Indonesia masih rendah.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Olahraga Sehat dan Tetap Produktif

Kebutuhan berolahraga semakin lama semakin tinggi karena tingkat pekerjaan yang hanya duduk, apalagi cuma di depan komputer. Selain itu perjalanan pulang dan pergi ke kantor juga, dengan jalanan yang semakin macet, jadi semakin lama sehingga semakin banyak waktu yang terbuang. Waktu yang tersisa ini harus dapat di optimalkan juga dengan olahraga untuk menjaga kebugaran tubuh.

Beberapa olahraga di waktu senggang anda adalah:

  1. Mengepel lantai selama 30 menit = 112 kalori
  2. Menggosok kamar mandi selama 30 menit = 200 kalori
  3. Membersihkan jendela selama 30 menit = 125 kalori
  4. Menyedot debu selama 1 jam = 244 kalori
  5. Mencuci mobil selama 30 menit = 180 kalori
  6. Mencabuti rumput selama 25 menit = 127 kalori
  7. Menanam tanaman baru selama 15 menit = 77 kalori
  8. Belanja dan mendorong troli selama 45 menit = 117 kalori
  9. Menyusun belanjaan pada tempatnya selama 14 menit = 40 kalori
  10. Bebersih apa saja di rumah selama 22 menit = 100 kalori

Jadi olahraga tidak harus mahal, jauh dan sulit. Yang penting ada kemauan dan hasilnya adalah rumah yang bersih serta ramah lingkungan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Makanan sumber karbohidrat dan substitusinya

Karbohidrat menyediakan kebutuhan dasar yang diperlukan tubuh makhluk hidup. Monosakarida, khususnya glukosa, merupakan nutrien utama sel. Selain sebagai sumber energi, karbohidrat juga berfungsi untuk menjaga keseimbangan asam basa di dalam tubuh, berperan penting dalam proses metabolisme dalam tubuh, dan pembentuk struktur sel dengan mengikat protein dan lemak.

Sumber karbohidrat adalah padi-padian (gandum dan beras) atau serealia, umbi-umbian (kentang, singkong, ubi jalar), jagung, kacang-kacang kering, dan gula. Hasil olahan dari sumber karbohidrat adalah mie. bihun, roti, tepung-tepungan, selai, sirup, dan sebagainya. Sebagian besar sayur dan buah tidak banyak mengandung karbohidrat. Sayur umbi-umbian, seperti wortel dan kacang-kacangan relatif lebih banyak mengandung karbohidrat daripada sayuran. Bahan makanan hewani seperti daging, ayam, ikan, telur, dan susu sedikit sekali mengandung karbohidrat. Sumber karbohidrat yang banyak dimakan sebagai makanan pokok di Indonesia adalah beras, jagung, ubi, singkong, talas, dan sagu.

makanan di bawah ini adalah sumber karbohidrat berdasarkan 1 satuan penukar, dengan kalori yang hampir sama. bisa digunakan untuk panduan menyusun menu diet. Bila ingin pas memang harus ditimbang dulu tapi bisa juga dikira-kira.

masing-masing makanan dibawah ini mengandung:

  • energi: 175 kalori
  • karbohidrat: 40 gr
  • protein: 4 gr

Nasi 100gr———– roti tawar 70gr —— crackers 50gr

(3/4 gelas)———– (3 ptg sdg)————-(5 buah besar)

Mie basah 200gr—–singkong 120gr—-jagung pipilan 125 gr

(2 gelas)—————–(1 ptg)————–(1 piring)

kentang 210gr——–ubi 135gr———talas 125 gr

(2 biji sedang)———(1 buah)———-(1 potong)

Dengan mengetahui substitusi dan juga besaran dari jumlah karbohidrat yang dibutuhkan oleh tubuh, maka kita juga dapat merubah kebiasaan kita makan nasi dengan substitusi yang lain. Yang pasti, tidak makan nasi pun bisa kenyang.

Saya tantang anda untuk bisa mengganti makanan sumber karbohidrat anda dari Nasi dengan sumber karbohidrat lainnya 1x seminggu saja.

Anda bisa ganti nasi dengan jagung rebus, bakwan jagung, singkong goreng, pasta/spagheti, ubi jalar rebus, kentang rebus/goreng, dengan sup kentang dan lain-lainnya. Mungkin anda juga ada ide-ide lain yang dapat di share kepada kita dengan menuliskan di komentar.

Dengan mengganti hanya 1x seminggu dan dilakukan bersama-sama, saya yakin maka kebutuhan beras nasional kita pun dapat ditekan dan memastikan swasembada pangan di negara kita.

Sumber referensi:

  1. Wikipedia bahasa indonesia
  2. Blog Viramedika

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS

Cermat Pilih Air Minum dalam Kemasan

Menarik untuk dibaca, walaupun menurut saya lebih baik tidak meminum air minum dari kemasan sama sekali. Lihat juga “The Story of Bottled Water”

Disadur dari kompas.com

Kompas.com - Dengan klaim lebih baik daripada air biasa, kini berbagai jenis air minum dalam kemasan menyerbu pasaran. Ada air yang difortifikasi dengan vitamin, minuman isotonik, minuman berenergi, hingga minuman beroksigen atau minuman heksagonal.

Orang-orang yang mengonsumsi minuman tersebut juga mengaku merasa lebih bugar, tidak gampang capek dan lebih berkonsentrasi.

Menanggapi tren minuman berfortifikasi tersebut, dr.Parlindungan Siregar, Sp.PD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI/RSCM menilai sebenarnya air putih yang kita konsumsi sehari-hari sudah cukup untuk menggantikan cairan yang keluar bersama keringan dan urin.

“Manfaat air minum yang ditambahi itu sebenarnya belum terbukti secara ilmiah. Mungkin bukannya sehat malah berbahaya jika dikonsumsi secara sembarangan,” kata dr.Parlin.

Air beroksigen misalnya, menurutnya oksigen tidak bisa diserap di usus. “Manusia memperoleh oksigen melalui paru, bukan melalui insang seperti ikan, sehingga minuman beroksigen tidak akan memengaruhi kadar oksigen dalam darah manusia,” katanya.

Pada dasarnya semua air minum mengandung oksigen terlarut, tetapi besar kecilnya tergantung suhu air, total padatan dan sumber air. Air yang berasal dari pegunungan yang dingin mengandung oksigen lebih banyak sehingga terasa lebih segar saat diminum.

Sebuah penelitian terhadap salah satu merk air minum beroksigen juga memperlihatkan, setelah dibuka selama 3 hari, kandungan oksigen yang semula 120 ppm turun menjadi 80 ppm. Itu berarti air beroksigen atau air heksagonal pun akhirnya berubah menjadi air minum biasa.

“Kestabilan kadar oksigen dalam air sangat rendan dan faktor temperatur memegang penting. Makin tinggi suhunya, besar kemungkinan oksigen dalam air berkurang,” kata dr.Samuel Oetoro Sp.GK, seperti dikutip tabloid Gaya Hidup Sehat edisi 603 tahun 2011.

Sementara itu untuk minuman isotonik sebenarnya tidak boleh dikonsumsi sembarangan karena isotonik pada dasarnya mengandung garam. Apabila berlebihan, kadar garam dalam tubuh akan menyebabkan tekanan darah tinggi atau hipertensi.

Minuman-minuman dalam kemasan juga kebanyakan mengandung kalori tinggi sehingga bisa menyebabkan kegemukan. Karena itu lebih disarankan untuk mengonsumsi air putih biasa saat kita sedang haus.

“Begitu haus sebaiknya langsung minum karena rasa haus merupakan sinyal dari tubuh kalau kita sudah mulai dehidrasi ringan. Jika diabaikan hal ini bisa mengganggu kemampuan kognitif sehingga kita bisa kehilangan konsentrasi atau mengantuk,” tutur dr.Saptawati Bondowoso, Sp.GK.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • Twitter
  • RSS